"Berbagi cerita adalah salah satu ungkapan syukur dari kehidupan"

Part 5: Azure

Posted by : Sandal Kecil

Di antara semburat sinar matahari, ada satu warna yang menenangkan. Jika dirimu sedang mengalami rasa tertekan, cobalah keluar. Jika cuaca tengah bersahabat, kamu bisa menatap atap langit yang begitu luas. Perasaanmu akan sedikit terbebaskan, namun tetap tunduk pada Sang Pencipta. Tingginya membuat kita merendah, luasnya membuat kita kecil. Di saat itu pula hati kita bertakzim.
Azure, birunya langit.

Semua ketetapan yang terjadi di alam raya ini pasti memiliki makna bagi manusia. Ada berbagai warna indah, tapi azure-lah yang dipilih Tuhan untuk menaungi umat manusia. Ternyata azure adalah warna yang paling cocok untuk kesehatan mata manusia setelah warna hijau.

Secara alami, warna azure atau biru adalah salah satu hasil penguraian warna cahaya putih. Karena memiliki panjang gelombang yang pendek, azure mengakhiri perjalanannya di atas atmosfir langit kita.

Warna azure atau biru langit, mampu memacu produktifitas dan kecerdasan. Elledecor mengungkapkan bahwa siswa yang belajar di ruangan berwarna biru cenderung meraih nilai ujian yang lebih tinggi. Azure bahkan digunakan sebagai brand dari operating system ternama.



Azure memiliki sifat proteksi, kecerdasan dan ketenangan. Salah satu warna yang paling sering kita lihat. Warna yang sama namun tidak pernah membosankan.

Belajarlah dari azure, luas menghampar tanpa harus memberimu penjelasan seberapa luas ia. Yang tersisa di langit hanyalah partikel-partikelnya yang indah. Walaupun ia tak akan pernah sampai di tanah bumi, dia memberimu arti bahwa perjuangannya yang panjang tidaklah sia-sia. Kitalah saksinya, Azure. Birunya langit.




Monday, January 9, 2017 0 comments

Part 4: Indigo

Posted by : Sandal Kecil
Pada abad ini, kita sering mendengar sebutan indigo. Atau mungkin di lingkungan sekitar, kita pernah berjumpa dengan anak-anak dengan kemampuan luar biasa. Ternyata sudah banyak ahli yang meneliti tentang anak indigo. Mereka meneliti karakteristik dan sifat yang membedakan antara anak normal dengan anak indigo.

Indigo sendiri berasal dari bahasa Spanyol untuk warna antara biru dan ungu. Terlepas dari pro dan kontra tentang karakteristik pada warna aura manusia, warna ini bisa jadi sebagai energi magnetis yang tidak kasat mata atau terdiri dari partikel tertentu yang hanya dapat diamati dengan bantuan alat khusus.

Sampai sekarang, mungkin belum ada yang yang secara resmi melakukan penelitian tentang asal mula partikel warna tersebut dan bagaimana cara kerjanya. Apakah warna itu dapat dipengaruhi oleh lingkungan atau warna itu berdiri sendiri sebagai bagian dari tubuh manusia.

Mungkin orang-orang yang mempelajari ilmu metafisik akan lebih jago menjelaskan karakteristik warna tersebut. Baik agak sedikit ngawur, tapi ada ga' yang pernah nonton film kartun hunter x hunter. Dulu waktu masih SD, aku seneng nonton film yang satu ini. Kalau tidak salah dulu ditayangkan di TV7.

Nah, di sana ada penjelasan tentang energi manusia yang sedikit masuk akal. Yaitu Energi internal manusia yang disebut Nen.

Nen (念, Mind Force) adalah sebuah bentuk energi yang ada atau dibuat di dalam tubuh yang bisa dikendalikan atau diatur dan dimanipulasi dalam berbagai cara oleh seseorang. Aliran energi ini lebih sering kita kenal dengan sebutan Aura.

Nah, tentang jenis warna indigo ini, dalam beberapa pendapat akan mempengaruhi sifat seseorang. Termasuk dalam bebrapa kasus, anak indigo memiliki cara sendiri untuk melihat sesuatu, menilai sesuatu, bahkan melakukan sesuatu. Dan mungkin akan kesusahan dalam berinteraksi secara normal. Apakah hal ini penyakit atau bukan, yang pasti anak-anak baik indigo atau buka, mereka tetap dilahirkan dengan keunikan dan potensi masing-masing. So, jangan berhenti belajar.
 
 
Sunday, January 8, 2017 0 comments

Part 3: Soga

Posted by : Sandal Kecil
Pagi ini, aku menemukan nama baru lagi. Setelah membuka halaman wikipedia aku memutuskan kalau nama itu akan pantas untuk satu hal yang khas. Soga (Peltophorum pterocarpum) adalah nama pohon penghasil bahan pewarna batik yang penting. Tumbuhan ini termasuk ke dalam suku polong-polongan (Fabaceae, atau Leguminosae) dan secara alami menyebar luas mulai dari Srilanka, Asia Tenggara, Kepulauan Nusantara, hingga ke Papua Nugini.

Soga juga dikenal sebagai nama warna coklat pada batik yang dibuat dari pewarna khusus yaitu pohon soga itu sendiri.

Ingatanku kembali membawaku pada event beberapa bulan yang lalu. 19 November 2016. Ya, di bulan inilah aku mulai membuka diri atas kemampuan yang mungkin bisa dibilang langka. Soga. Menumbuhkan seperti tanah, menaungi seperti genteng atap.

Mengenakan warna soga membuatku bangga dengan tembang yang aku bawakan. Terasa kuat dipijak, teduh menaungi. Aku tidak perlu nerveus lagi. Aku berdo'a memohon pada Tuhan agar tetap teguh dan tidak ragu-ragu. Tuhan yang menciptakan warna ini, Soga.

Gatra demi gatra, pupuh demi pupuh. Aku tidak peduli kalau akhirnya aku tidak menang. Tapi aku menyadari satu hal, bahwa aku berdiri di sini karena aku ingin terus tumbuh dan belajar.

.... wong kang padha mukmin
lan ngamal sholeh sarta
gelem suka pemut
ling kinelingan ingkang haq
lan weh pemut netepi sabar sayekti
wus purna jarwanira



Saturday, January 7, 2017 0 comments

Part 2: Incarnadine

Posted by : Sandal Kecil
Incarnadine merupakan sebutan untuk warna daging atau oleh shakespeare menggunakannya sebagai sebuatan warna pada merah darah. Sebenarnya, aku agak tidak tega menceritakan peristiwa yang berhubungan dengan incarnadine. Tapi tidak lengkap rasanya jika cerita itu hanya berisi, hal-hal yang terlihat menyenangkan saja. Hidup itu penuh dengan warna. Ya, termasuk incarnadine.

Ada hal-hal yang terkadang terjadi, mungkin tidak kita harapkan, tapi memiliki hikmah pelajaran bagi kita. Siapa bilang kalau hidup kita akan aman-aman saja dan tidak pernah terjadi sesuatu yang menyakitkan. Jatuh, terkilir, kesleo, atau bahkan hanya sekedar tergores. Rasa sakit membuat seseorang berhati-hati dalam melakukan sesuatu.

Warna yang muncul ketika salah seorang siswa planet Bumi mimisan. Itu juga pertama kali aku menangani anak mimisan. Dalam waktu yang lainnya, anak Bumi sedang main gendong-gendongan. Lalu keduanya jatuh. Malangnya, anak yang depan jatuh dengan posisi yang tidak siap. Akhirnya bibirnya mencium tanah yang sudah disemen.

Warna incarnadine itu keluar dari luka robek bibir atas bagian depan. Beruntungnya, lukanya tidak terlalu dalam. Tentu saja jerit tangis mengelegar. Warna incarnadine itu mengucur dan tidak mau berhenti. Bu Guru panik, karena darah begitu banyak. Tentu saja hal pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan pendarahannya. Tak kusanngka membersihkan luka seperti itu akan sedikit membuat kerepotan apalagi jika korbannya terus menjerit-jerit.

Incarnadine, warna yang menyakitkan. Tapi seorang yang mengalaminya akan mengingatnya dan belajar darinya. Bahwa ada beberapa hal yang aman dilakukan dan tidak aman untuk dilakukan, hingga kadang orang tua kita cerewet memarahi kita. Kita tahu bahwa terkadang kasih sayang tidak selalu ditunjukkan dengan sikap lemah lembut saja.

Warna incarnadine mengajari kita tentang pentingnya menjaga amanah Tuhan berupa anggota tubuh yang lengkap. Rasa sakit yang terkadang bisa membuat kita bersyukur.


Friday, January 6, 2017 0 comments

Part 1: Vermilion

Posted by : Sandal Kecil
Siang itu, udara memang panas. Musim yang begitu sukar ditebak. Tapi semua berjalan seperti biasanya. Di tempat biasa, di kelas biasa, di mana aku biasa mengajar. Meski semuanya biasa, hal-hal biasa inilah yang membuatku bertahan. Sepertinya aku telah menyukai tempat yang biasa itu. Salah satu hal yang membuat tidak sabar hati menunggu yaitu mengajar kelas merkurius. Sepertinya baru kemarin mereka diwisuda dari TK. Anak-anak itu begitu menyenangkan.

Mengajar bahasa Inggris di kelas satu adalah salah satu tantangan tersendiri untukku. Tidak ada sesuatu yang tidak bisa dilakukan selama sesuatu itu bisa disentuh dan dilihat dengan kasat mata. Itulah hal yang diajarkan oleh ibuku. Aku hanya perlu sedikit bersabar bersama mereka. Kita hanya perlu sedikit bermain-main. Jump-clap-sit down-stand up, mereka begitu senang saat pertama kali menerima pelajaran.

Melihat mereka melompat, bertepuk tangan, membuat aku bersyukur. Mereka anak-anak yang sehat. Tidak terkecuali dengan seoarang anak yang satu ini. Sebut saja namanya Lion. Sebenarnya bukan nama asli sih. Aku menamainya begitu, karena dia amat menyukai warna Vermilion. Sewaktu aku mengajarkan mereka warna, Lion selalu bertanya, "Mister, boleh memakai merah yang ini? Boleh, itu namanya Vermilion nak." Semenjak itulah dia sering menggunakan warna itu dan menyukainya.

Sama seperti karakternya, warna vermilion itu pemberani, pemalu, emosional, tidak sabaran, cerdas, dan tentu saja bersemangat. Begitulah aku mengenalnya. Seorang siswa dari sebuah planet bernama merkurius.
Thursday, January 5, 2017 0 comments

Copyright © 2012 HENSHIN !!! | Naruto Vs Sasuke V2 Theme | Designed by Johanes DJ